Pendahuluan

Kepuasan kerja adalah sebuah sikap yang akan Nampak pada setiap individu, sikap ini dapat terlihat secara langsung atau pun tidak. Kepuasan kerja merupakan sebuah kondisi yang terjadi apabila seseorang merasa nyaman dengan pekerjaan yang ia kerjakan. Sedangkan kepuasan kerja dalam sebuah organisasi terkadang tidak berjalan dengan baik atau sama sekali tidak ada kepuasan kerja pada seorang karyawan, untuk mengetahui penyebab mengapa hal itu terjadi, maka dalam kajian perilaku organisasi dibahas mengenai kepuasan kerja agar organisasi dapat berjalan dengan baik.

Sehingga pada bab ini akan dibahas mengenai pengertian kepuasan kerja, faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, profil kepuasan kerja individu dalam organisasi, serta kepuasan kerja dan kinerja.

 

A.   Pengertian Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja, atau dalam arti yang lebih khusus kepuasan karyawan dalam bekerja, yang muncul bila keuntungan yang dirasakan dari pekerjaannya melampaui biaya marjinal yang dikeluarkan oleh karyawan tersebut dianggap cukup memadai (T. M. Faser:1992).

Kepusan kerja merupakan sesuatu yang sangat sulit diukur yang bersifat subjektif karena setiap orang selalu mempunyai keinginan-keinginan yang ingin dipenuhi namun setelah terpenuhi muncul lagi keinginan-keinginan lainnya, seakan-akan manusia itu tidak mempunyai rasa puas dan setiap pegawai mempunyai criteria sendiri yang menyatakan bahwa dirinya telah puas.

Kepuasan kerja bisa dilihat atau dikatakan puas dalam bekerja jika pendapatan yang diperoleh telah dapat mencukupi kebutuhan pekerja tersebut, dan dalam perusahaan tersebut pegawai merasakan nyaman dalam bekerja dan tidk mempunyai kekhawatiran lain seperti kurang cukup gaji yang diterima, tidak adanya jaminan kesehatan/keselamatan kerja dan jaminan masa tua atau pension.

Kepuasan kerja (job satisfaction) mengacu pada sikap individu secara umum terhadap pekerjaannya dapat juga dikatakan sebagai persepsi awal terjhadap keberhasilan suatu pekerjaan. Kepuasan dalam islam dilandasi dengan rasa ikhlas. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Hajj:31.

B.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah:

  1. Kondisi kerja, artinya jika seluruh kebutuhan seseorang untuk bekerja terpenuhi baik itu dari bahan yang dibutuhkan ataupun dari lingkungan yang menunjang maka kepuasan kerja akan terjadi.
  2. Peraturan, budaya serta karakteristik yang ada dalam organisasi tersebut, yang jika peraturan dalam menjalankan pekerjaannya dapat mendukung terhadap pekerjaannya maka karyawan atau para pekerja akan merasakan kepuasan kerja.
  3. Kompensasi dari pekerjaannya yang seimbang dengan pekerjaan yang telah ia lakukan.
  4. Efisiensi kerja, dalam hal ini dikaitkan dengan kemampuan seseorang dalam pekerjaannya, sehingga apabila kepuasan kerja itu ada salah satunya adalah dengan bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing.
  5. Peluang promosi yaitu dimana adanya suatu peluang untuk mendapatkan penghargaan atas prestasi kerja seseorang dimana diberikan jabatan dan tugas yang lebih tinggi dan disertai dengan kenaikan gaji, promosi ini sangat mempengaruhi kepuasan kerja dapat dihargai dengan dinaikan posisinya disertai gaji yang akan diterimanya.
  6. Rekan kerja atau partner kerja, kepuasan kerja akan muncul apabila dalam suatu organisasi terdapat hubungan yang baik. Misalnya anggota kerja mempunyai cara atau sudut pandang atau kebiasaan yang sama dalam melakukan suatu pekerjaan sehingga dalam bekerja juga tidak ada hambatan karena terjalin hubungan yang baik.

Sedangkan dalam pandangan Islam kepuasan kerja itu terjadi apabila suatu pekerjaan yang dilakukan dapat membantu orang lain dalam meringankan pekerjaannya, karena “sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain”.

C.   Profil Kepuasan Kerja Individu dalam Organisasi

Profil atau criteria kepuasan kerja dalam organisasi sangat banyak pengaruhnya, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya ragam orang dakam bekerja dan bagaimana cara mereka mengatasi pekerjaan yang ia miliki serta keinginan atau kemampuannya untuk bertahan dalam organisasi tersebut.

Pegawai yang merasa puas dalam bekerja, yaitu mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

  1. Selalu datang tepat waktu, artinya pegawai tersebut menghargai pekerjaannya dan bertanggung jawab atas tugas yang harus dikerjakannya.
  2. Senang dalam melaksanakan pekerjaannya yaitu pekerja dalam bekerja berusaha menyukai pekerjaan yang dikerjakannya.
  3. Tidak mengeluh terhadap tugas dan pekerjaan yaitu selalu dapat menerima pekerjaan yang baru dan sulit dengan lapang dada.
  4. Selalu semangat dalam bekerja yaitu pegawai dalam bekerja mempunyai suatu energy yang penuh dalam bekerja.
  5. Betah berada di tempat kerja yaitu karyawan merasa nyaman berada di tempat kerja.
  6. Mempunyai hubungan harmonis dengan pegawai lain dan atasannya.
  7. Selalu belajar untuk lebih baik sehubungan dengan pekerjaan yang dikerjakannya misalnya seorang uru sejarah selalu belajar dan mengikuti perkembangan sejarah yang terjadi.

D.   Kepuasan dan Kinerja

Menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa pakar menyatakan bahwa perusahaan yang para pegawainya merasa puas dalam bekerja dalam pencapaian tujuan yang lebih efektif dan efisien dari pada perusahaan yang para karyawannya tidak merasa puas dalam bekerja, pada hakikatnya pegawai merupakan manusia yang mempunyai sikap ingin dihargai baik berupa materi dan nonmateri, dan penghargaan tersebut memberikan rasa puas pada pegawai sehingga kinerja pegawai dalam bekerja menghasilkan kinerja yang baik dikarenakan pegawai merasa puas terhadap apa yang diberikan perusahaan terhadap pegawai tersebut.

Kepuasan kerja seseorang dapat meningkatkan kinerjanya karena jika seseorang telah merasa puas maka orang tersebut cenderung akan memberikan hal yang terbaik bagi perusahannya sebagaimana perusahaan telah memberikan hal yang terbaik bagi pegawai itu sendiri, hal ini merupakan suatu proses timbal balik apa yang diterima harus sesuai dengan apa yang diberikan namun hal ini juga bukan suatu jaminan bahwa jika pegawai merasa puas maka ia akan bekerja secara optimal bahkan sebaliknya namun hal ini relative sedikit dibandingkan dengan yang merasa puas kemudian knerjanya meningkat.

Penutup 

Seperti yang telah dijelaskan pada pendahuluan, kepuasan kerja itu penting dipelajari dalam kajian perilaku organisasi, karena dengan mengetahui kepuasan kerja maka akan memudahkan bagi organisasi untuk mengembangkan organisasinya tersebut.

Kepuasan kerja merupakan sebentuk rasa senang terhadap apa yang telah dikerjakannya, namun kepuasan kerja bersifat subjektif. Kepuasan antara individu satu dengan individu lainnya cenderung berbeda, karena setiap individu mempunyai criteria kepuasan tersendiri dalam mengukur tingkat kepuasan hidupnya, namun kepuasan pegaawai dalam bekerja dapat dilihat dari bagaimana kinerja pegawai tersebut namun hal tersebut tidak menjamin pegawai merasa puas karena pada hakikatnya manusia tidak mempunyai rasa puas.

Kepuasan kerja (job satisfaction) mengacu pada keseluruhan sikap yang akan terjadi pada diri setiap individu secara umum terhadap pekerjaannya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja diantaranya kondisi kerja/lingkungan kerja, peraturan atau budaya organisasi serta karakteristik organisasi, kompensasi yang memuaskan, efisiensi kerja dan partner kerja.

 

Daftar referensi

Fraser, T. M, (1992). Stress dan Kepuasan Kerja. Jakarta: PT Sapdodadi.

Robbin, Stephen P. (2003). Organizational Behavior, Thent Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc. alih bahasa: Molan, Benyamin. (2006). Perilaku Organisasi. Jakarta: Gramedia.

About winamart

Educational Administration UPI | ♥ NTF • SmartEdu • Aeromodelling • ArsenalFC :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s