Teori organisasi merupakan studi tentang bagaimana banyak organisasi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja didalamnya ataupun masyarakat dilingkup kerja mereka. Teori organisasi mencari pemahaman tentang prinsip-prinsip yang membimbing bagaimana organisasi-organisasi beroperasi, berkembang dan berubah. Berikut ini ada 3 evoluasi teori organisasi, yang terdiri atas:

1.      Teori Organisasi Klasik

Teori Klasik berpangkal tolak pada struktur, hubungan, fungsi formal kegiatan orang dalam rangka mencapai tujuan bersama.

Menurut teori organisasi klasik, rasionalitas, efisiensi, dan keuntungan ekonomis merupakan tujuan organisasi. Teori ini juga menyatakan bahwa manusia itu diasumsikan bertindak rasional sehingga secara rasional dengan menaikkan upah, produktivitas akan meningkat.

      Teori Klasik dibagi lagi ke dalam:

a)      Teori Birokrasi

Teori ini dikemukakan oleh Max Weber.

Max Weber dengan konsep birokrasi idealnya menekankan pada konsep otoritas dan kekuasaan yang sah untuk melakukan kontrol kepada pihak lain yang berada di bawahnya sehingga organisasi akan terhindar dari penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakefisienan.

Karakteristik teori birokrasi:

1. Pembagian kerja/spesialisasi yang jelas

2. Hirarki wewenang dirumuskan dengan baik

3. Program rasional untuk mencapai tujuan rasional

4. Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja

5. Sistem aturan (hak dan kewajiban)

6. Hubungan antar pribadi impersonal (terpisah)

Model birokrasi menekankan pada struktur organisasi.

 

b)      Teori Manajemen Administrasi

Teori manajemen administrasi adalah anak dari para manajer praktek yang tertarik untuk membuat resep prinsip-prinsip mengelola organisasi formal. (M.T. Myers 1987: 57-58).

Berikut akan dipaparkan pemikiran-pemikiran para tokoh perintis teori manajemen administrasi sebagai berikut:

  • Henry Fayol (1841-1925)

14 Prinsip Manajemen Fayol:

1. Pembagian kerja                                            8. Sentralisasi

2. Wewenang dan tanggungjawab                9. Rantai skalar

3. Disiplin                                                              10. Aturan

4. Kesatuan perintah                                         11. Keadilan

5. Kesatuan pengarahan                                  12. Kelanggengan personalia

6. Mendahulukan kepentingan umum       13. Inisiatif

7. Balas Jasa                                                          14. Semangat korp

Disamping itu fayol memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi “elemen-elemen” manajemen perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pemberian perintah (commanding), pengkoordinasian (coordinating), dan pengawasn (controling). Pembagian kegiatan-kegiatan administrasi atas fungsi-fungsi ini dikenal sebagai Fayol’s functionalism atau teori fungsionalisme Fayol..

  • Lyndall F. Urwick

Konsep utama Urwick adalah spesialisasi. Konsep ini memang memberikan kontribusi pada terkonsentrasinya para karyawan dalam bekerja secara serius untuk lebih produktif, karena sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing. Selain itu urwick juga menerapkan kaidah-kaidah Fayol mengenai kesatuan komando dan rentang kendali. Urwick menekankan pada pentingnya rasionalitas dan efisiensi tujuan.

  • Mooney dan Reiley

3 Prinsip yang ditekankan oleh Mooney dan Reilly adalah:

1. Koordinasi

2. Skalar (Hirarki)

3. Fungsional (Pembedaan macam-macam tugas)

c)      Teori Manajemen Ilmiah

Pada awal tahun 1990-an sekelompok insisnyur yang dikepalai oleh Frederick W. Taylor mulai tertarik pada tekhnik-tekhnik pekerjaan. Para insinyur ini merasa bahwa pekerjaan dan mengolah pekerjaan merupakan proses yang dapat dianalisa secara ilmiah. Mereka percaya bahwa analisa objektif terhadap fakta-fakta yang dikumpulkan melalui eksperimen ilmiah akan mengungkapkan cara terbaik untuk mengorganisir pekerjaan dalam organisasi. Beberapa variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah (scientific management), diantaranya sebagai berikut :

  1. pentingnya manajemen dalam menggerakan dan meningkatkan produktifitas dalam perusahaan.
  2. pengangkatan dan pemanfaatan tenaga kerja dengan persyaratan-persyaratannya.
  3. tanggung jawab kesejahteraan pegawai atau karyawan.
  4. kondisi yang cukup untuk meningkatkan produktivitas kerja.

2.      Teori Organisasi Neo-Klasik

Teori Organisasi Neoklasik mendekati organisasi sebagai kelompok orang dengan tujuan bersama. Teori Organisasi Neoklasik berkembang dengan pembenahan Teori Organisasi Klasik berdasar percobaan Hawthorneyang memandang organisasi sebagai suatu sistem terbuka di mana segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan dengan erat dan sikap karyawan merupakan faktor yang penting bagi peningkatan produktivitas. Pembenahan meliputi aspek pembagian kerja, proses skalar dan fungsional, struktur organisasi, serta rentang kendali. Teori Organisasi Neoklasik memahami adanya organisasi “informal” yang muncul karena faktor lokasi, jenis pekerjaan, minat dan masalah khusus (vested). Teori neoklasik mengemukakan perlunya:

  • partisipasi atau melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
  • perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari spesialisasi
  • manajemen bottmom up: memberi kesempatan bagi junior untuk berpartisipasi

Hugo Munsterberg

Munsterberg menekankan adanya perbedaan-perbedaan karakteristik individu dalam organisasi-organisasi. Sebagai tambahan Munsterberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial dan budaya terhadap organisasi.

~  Elton Mayo dengan Percobaan Hawthorne

Percobaan Hawthorne merupakan kristalisasi teori neoklasik.

  • Percobaan pertama: meneliti pengaruh perbedaan tingkat penerangan (cahaya) dalam pekerjaan thd produktivitas kerja atau efisiensi para karyawan.
  • Percobaan kedua: April 1927, percobaan ini melibatkan kelompok kecil pekerja, yang terdiri di enam orang gadis pekerja pada perakitan listrik.

Dari hasil penelitian: hubungan sosial atau manusiawi diantara peneliti dan penyelia lebih penting dlm menentukan produktivitas.

Douglas McGregor dan Teori X-Teori Y

Warren Bennis dan Matinya Birokrasi

3.      Teori Organisasi Modern

Teori Organisasi Modern merupakan teori yang mendekati masalah sebagai suatu sistem keseluruhan, memperhatikan berbagai variabel, dan memahami adanya proses dinamis. Teori Organisasi Modern membicarakan sistem dan ketergantungan bagian, organisasi formal, organisasi informal, struktur status dan peranan, dan lingkungan fisik. Selain itu dikemukakan pula proses hubungan dalam sistem dan tujuan organisasi. Organisasi, menurut Teori Organisasi Modern, adalah proses yang tersusun dalam suatu sistem di mana orang di dalamnya berinteraksi untuk tujuan.

Teori modern adalah multi disiplin dengan sumbangan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Interaksi dinamis antar proses, bagian dan fungsi dalam suatu organisasi maupun dengan organisasi lain dan dengan lingkungan.

Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan. Yang stabil, tetapi organisasi merupakan sistem terbuka yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Karakteristik Teori Modern:

  1. Kadang-kadang disebut analisis sistem organisasi,
  2. Mempertimbangkan semua elemen, organisasi,
  3. Memandang organisasi sebagai suatu sistem,
  4. Penyesuaian diri agar organisasi itu dapat bertahan lama dalam hidupnya, harus disesuaikan dengan perubahan lingkungannya,
  5. Organisasi dan lingkungannya harus dilihat sebagai sesuatu yang saling ketergantungan.  Multidisiplin.

Kontributor Teori Modern:

  • Alfred Korzybski, 1993

General Sementics manusia hidup dalam tiga dunia yang berbeda, yaitu dunia peristiwa, dunia objek dan dunia simbol, menitik beratkan masalah bahasa dan komunikasi, topik: ringkasan, penyimpulan, kekakuan bahasa, lingkungan komunikasi, sifat kata-kata, dan pentingnya tanggapan.

  • Chester I. Barnard, 1938

Organisasi sebagai suatu sistem sosial yang dinamis; individu, organisasi, penyalur, dan konsumen merupakan bagian dari lingkungan organisasi; aspek organisasi formal dan informal.

  • Norbert Wiener, 1948

Menemukan sibernetika=orang=pengemudi, pengendalian sistem pada pengaruh arus balik informasi; menunjang perkembangan komputer eletronik, penggunaan komputer dalam proses pengawasan, suatu sistem terdiri atas input, proses, output, arus balik, dan lingkungan.

  • Ludwig Von Bertalanffy

Organisasi sebagai masalah yang utama bagi seluruh kehidupan; kedinamikan, sistem, interaksional multidimensional, multi level; suatu sistem dilihat sebagai suatu kumpulan dari bagian-bagian yang saling berhubungan; suatu organisasi dalam pandangan yang modern merupakan suatu sistem.

Perbandingan Teori Klasik, Neo-Klasik, dan Modern

About winamart

Educational Administration UPI | ♥ NTF • SmartEdu • Aeromodelling • ArsenalFC :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s