Perbedaan pembayaran uang pangkal setiap Sekolah Negeri di Kota Bandung

Berbicara mengenai pendidikan tentunya tidak akan ada habisnya. Dunia pendidikan di Indonesia tidak akan pernah lepas dari masalah. Terutama masalah yang paling sulit yang sedang dialami dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah masalah biaya  pendidikan yang sangat mahal. Bagaimana tidak masyarakat Indonesia ini terdiri dari beberapa level. Tentunya dampak dari biaya pendidikan yang sangat tinggi itu membuat masyarakat di bawah garis kemiskinan tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya.

            Di Indonesia terdapat sekolah negeri dan sekolah swasta. Sekolah negeri merupakan sekolah yang semua penyelenggaraannya diadakan oleh dan atas dana dari pemerintah. Dan sekolah swasta merupakan sekolah yang dibangun oleh swasta. Biaya pendidikan sekolah negeri lebih murah dibanding di sekolah swasta, karena dibiayai oleh pemerintah. Namun sekarang kenyataanya biaya bersekolah di sekolah negeri tidak jauh berbeda dengan di sekolah swasta.

            Sekolah negeri memang didanai oleh pemerintah, sehingga kalaupun kita harus membayar selayaknya tidaklah besar jumlahnya. Hanya untuk sekedar membantu kesejahteraan guru dan siswa atau operasional sekolah seadanya. Karena dibiayai oleh pemerintah, semua sekolah negeri mempunyai status sama, dari mulai sarana dan prasarana sekolah, serta uang pangkal dan segalanya harus sama. Akan tetapi kenyataannya apa? Di Bandung saja setiap sekolah negeri uang pangkalnya berbeda. Sebenarnya apa yang membedakan? Apa dari tempat yang strategis di tengah-tengah kota misalnya? Atau dari tingkat kefavoritan sekolah tersebut?

            Menurut saya sepertinya yang menjadikan perbedaan yang sangat-sangat mencolok itu adalah dari kefavoritan sekolah, dan juga “gengsi” seseorang yang tinggi. Sehingga sekolah tersebut bisa memanfaatkan untuk menaikan uang pangkal. Dan juga sekolah hanya menjadikan mesin pencetak uang, tanpa melihat kemampuan siswa tersebut layak atau tidak bersekolah disana.

            Seperti yang kita ketahui biasanya siswa-siswa yang diterima di sekolah negeri adalah siswa-siswa pilihan. Yang dilihat dari tingkat akademik dan prestasi. Namun sekarang siswa-siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih, akan tetapi kemampuan financial di bawah rata-rata tidak dapat bersekolah di sekolah negeri karena mahalnya uang pangkal untuk masuk ke sekolah negeri. Hal ini menunjukkan kesenjangan sosial yang sangat jelas.

            Mudah-mudahan saja hal itu tidak berkelanjutan, saya sebagai mahasiswa berharap pemerintah bisa mengatasi masalah-masalah seperti ini. Agar dapat mewujudkan bangsa Indonesia yang cerdas. Karena siapa lagi kalau bukan pemerintah yang bisa memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Dan saya juga berharap jangan sampai kita berhenti mencari ilmu gara-gara tidak ada materi.

About winamart

Educational Administration UPI | ♥ NTF • SmartEdu • Aeromodelling • ArsenalFC :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s